Kamis, 18 November 2010

Update!

Halo semua!

Saya minta maaf atas kealpaan saya dalam dunia blog, dan saya benar-benar kesepian di luar sana. Huh. Dan, saya juga minta maaf atas "kepindahan" saya ke WordPress yang juga tidak berjalan dengan baik sampai akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke sini. Yay!

Well, apa saja yang telah terjadi?

1. Kuliah Kerja Nyata

Semua mahasiswa tingkat akhir akan mengalami fase hidup yang bernama Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta atau KKN. Saya sendiri mengalami masa-masa itu, yang tidak terlalu buruk walaupun juga tidak indah. Kelompok saya ditempatkan di sebuah desa yang baru dimekarkan, namanya Desa Pesaguan, di Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan (masih Provinsi Riau).

 Seperti yang semua orang sudah tahu, KKN adalah ajang dimana para mahasiswa mendapatkan "kesempatan terakhir" mencari jodoh. Ya, saya tidak bohong, buktinya ada beberapa teman saya yang datang KKN dengan niat cari pacar, bukan mengabdi pada masyarakat. Well, di antara mereka ada yang beruntung dan ada yang tidak (pulang tetap dalam keadaan jomblo sisa ekspor), yang jelas saya tidak ikutan. Bukan karena sok idealis mau fokus KKN, tapi karena udah ada yang "jagain". Hehehehe.

Kami beruntung, desa kami dilalui oleh jalan akses utama, yaitu Jalan Lintas Timur Sumatera, yang tepat di depan posko. Berbeda dengan teman-teman lain yang tinggal di desa eks-transmigrasi (terletak beberapa kilometer di dalam hutan kelapa sawit), kami mudah bepergian kemana-mana, termasuk pulang ke Pekanbaru karena mobil-mobil minibus AKDP tiap beberapa menit melintas di depan posko. Jarak desa pun tidak terlalu jauh dengan Pekanbaru (sekitar 3 jam), maka KKN kemarin tidak terlalu berat untuk saya.


 Foto Bersama Perangkat Desa dan Kepala-kepala Dusun dan Ketua-Ketua RT/RW




Malam Terakhir di Posko KKN




 Saat si Ketua kecapean (abis maen bola), ada Batman nyasar (saya) jadi tukang pijit.



Kenapa, terharu ya melihat kondisi posko kami yang seperti itu? Memang begitulah yang namanya KKN. Terbukti kalau hidup bisa juga tidak adil. Apalagi ada kelompok lain yang poskonya rumah warga 2 tingkat, bagus lagi. Rasa irinya bikin pengen ngais tanah.

Di balik semua itu, KKN sangat menyenangkan. Bertemu teman-teman baru dari berbagai fakultas yang sebelumnya gak pernah ketemu sama sekali lalu tiba-tiba tinggal seatap. Gak 100% harmonis juga, namanya juga beda kepala beda pemikiran, ya pasti ada juga gak cocoknya. Anyway 2 bulan di sana tetap bikin kami sedih dan nangis pas hari pelepasan, sedih mesti pisah sama kenangan di sana, pisah sama Pak RW yang udah nyediain posko tanpa bayar (tidak seperti kelompok lain yang bayar perbulan), dan lain-lain.

Tapi, kami semua masih tetap bersahabat walaupun (sayangnya) komunikasi udah sangat kurang, karena udah sibuk masing-masing.

2. Tanoto Foundation Scholar Gathering

Tanoto Foundation, suatu organisasi nirlaba di bawah naungan RGE (Royal Golden Eagle) milik Sukanto Tanoto yang memberikan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, salah satu programnya adalah beasiswa untuk 6 Perguruan Tinggi Mitra, dimana (dengan seleksi sangat ketat) saya beruntung bisa memperolehnya.

Akhir Juli 2010 (di tengah-tengah kegiatan KKN) saya "kabur" untuk mengikuti acara "Tanoto Foundation Scholar Gathering" yang diadakan di Santa Monica Resort, Bogor. Asyik, bisa ketemu semua teman-teman dan alumni TF Scholar dari seluruh Indonesia, camping di alam terbuka, dll..





Sebelum kepergian rombongan TFS dari Universitas Riau, Bandara Sultan Syarif Qasim II.




   Baru sampai di lokasi, makan siang..





 Bahkan saya dapat numpang foto bareng Belinda Tanoto! (Putri ketiga Pak Sukanto)








Beberapa foto bareng anak-anak Riau.



 Salah satu games yang kami mainkan: Flying Ball (susah mampus).


Here we are! Kelompok 12 alias "the Selusins":
(kiri-kanan) Ruhiyat (IPB), Rafiqa (IPB), Yeni (USU), Eva (UGM) terus yang tengah sori banget Mbak lupa namanya hehehe, dari UI kalo ga salah, terus Valent (UI), Alvin (UI), dan saya.


Foto keluarga TFS Unri keluarga Tanoto (Ibu Tinah, Pak Sukanto dan Belinda) serta Petinggi TF dan RGE.





 anak-anak Riau + Mbak Vika (duduk paling bawah, tengah, jaket merah) yang akan "mengomeli" mahasiswa yang nilainya jeblok (seperti yang sudah saya alami)


dan kami TFS Unri bahkan sempat mengadakan buka bersama di sebuah restoran yang sangat homie sekali.



Bagi yang ingin melihat foto-foto acara TF Scholar Gathering, lihat aja di sini.


3. OSN-PTI 2010

Untuk kedua kalinya, saya ikut ajang yang diadakan Pertamina ini dan untuk kedua kalinya pula saya menjadi juara 1 Provinsi Riau dan ikut tingkat nasional. Tahun lalu saya terhenti di babak perempat final (33 besar nasional), tahun ini dengan membawa semangat Pancasila (lho?) saya bertekad untuk menembus Grand Final (3 besar nasional)!


Penyerahan hadiah Juara Provinsi Riau Bidang Kimia OSN-PTI 2010


Profil saya dan Alfianri (Juara bidang Fisika) di Koran Tribun Pekanbaru



Kali ini Finalis ditempatkan di tempat yang jauh lebih asik daripada tahun kemarin, yaitu di Pertamina Simprig Residence, masih dalam lingkungan Pertamina Learning Center Simprug. Karena kurang persiapan, lagi-lagi saya terhenti di babak Perempat Final karena gagal menembus 9 besar yang akan berlaga di Semifinal. Ya sudahlah, yang penting saya dapat hadiah provinsi yang tidak sedkit. Hehehe.
Dan seperti biasa saat saya berkumpul dimanapun: maen UNO!












Finalis Bidang Kimia di Penutupan OSN-PTI 2010, Gedung Pusat Pertamina, Jakarta.

Pemenangnya juga di-post di website resmi OSN-PTI 2010.


4. Sekarang:

Calon Guru!

Yah, karena saya kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mau tidak mau saya harus menjalani PPL (Program Pengalaman Lapangan), sama seperti magang di jurusan lain.

Entah kena angin apa, saya ditempatkan di SMP Setia Dharma, sekolah yang kata orang anaknya bandel-bandel. Well, stelah saya di sana siswanya gak terlalu bandel sih, yang jadi masalah hanya saya kebagian ngajar Fisika (karena materi Kimia hampir tidak ada di SMP), padahal kan saya kuliah di Jurusan Kimia. Hyaaa kalang kabut jadinya.

Di sinilah saya, mati perlahan-lahan karena tugas yang bertumpuk dan tuntutan Proposal Penelitian yang selalu meneror (sekaligus ancaman "telat lulus").

Bagaimana saya mengajar??
Well, lain kali akan saya share.


Dan, saya senang bisa kembali ke dunia blog!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen donk Friends.. Yang banyak yaah..