Selasa, 22 Maret 2011

Millie


*mencoba melupakan kenyataan udah lama gak blogposting*

Selasa kemaren aku kedatangan anggota keluarga baru. Nyokap gak melahirkan lagi kok, dan kami juga gak ngadopsi anak orang dari panti asuhan. Tapi akhirnya aku miara kucing!

Millie si imut.
TTL: Tenayan Raya, Pekanbaru, 29 Desember 2010.

Kucing betina ini sebenarnya anak kucingnya Vina, tapi karena pup sembarangan dia mau dibuang. Karena kasian dan aku emang naksir sejak dia baru lahir, akhirnya aku bawa pulang. Walaupun dia kucing lokal (gak tega bilang kucing kampung), Millie lucu banget lho. Lincah kayak anak TK, suka gigit-gigit gemes gitu. Apalagi bulunya putih bersih, mukanya juga innocent, siapa juga yang tega sama dia..

Millie (kiri) dan Billy (kanan, sekarang udah mati). Beberapa minggu sebelum aku bawa Millie pulang.

Millie ini kasian nasibnya, emaknya, Gabby, udah gak perhatian lagi sama dia dan saudara-saudaranya, padahal anaknya ini baru dua bulan. Akibatnya 3 saudara Millie udah mati duluan karena gak diurusin emaknya. Millie bisa survive karena dia emang dasarnya bandel, aktif, jadi bisa ngurus diri sendiri. Selama di rumahku si Millie ini gak ada nyariin emaknya. Mungkin udah bisa mandiri kali ya. Hebat.

Millie hari malam pertama di rumah. Tidur mesti di kasur (sampai sekarang).

Memang salah satu kebiasaannya, dia gak mau tidur sendirian. Harus selalu ada yang nemenin, dan dia selalu tidur di kasur. Kadang-kadang pake selimut. Jumat-Minggu kemaren dia tidur pules banget. Bangun subuh, makan, terus tidur lagi sampai siang, makan, tidur lagi sampai malam. Gitu terus. Mungkin karena dingin kali yah, soalnya hari itu hujan.

















 
Dan ini kreasi iseng (baca: bodoh) adekku, Didi.
Ceritanya, ada sekelompok dinosaurus penjaga bumi, diperintah oleh boss Henpon Ungu, untuk melawan monster kucing yang menyerang bumi. 


Lima Dinosaurus pemberani terlibat pertempuran seru dengan monster kucing dan berhasil membuat monster kucing melarikan diri.. 



Dinosaurus penjaga bumi berhasil mempertahankan perdamaian.



Satu kebiasaan yang belum bisa diubah: dia masih suka pup sembarangan. Pertama kali, dia pup di kasur ruang TV *yuck!*. Lama kelamaan dia bisa pup dan pipis di kain lap deket mesin cuci.

Ups, barusan dia pup di lantai dapur! *tergopoh-gopoh pergi membersihkan pup*
Gawat, kalo gini terus bisa-bisa dia dibuang!